Sabtu, 27 Maret 2021

Pengalaman Magang di CNN Indonesia Jawa Barat

     Halo, aku Ai Siti Rahayu mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang mendapatkan kesempatan magang selama 2 bulan di CNN Indonesia Jawa Barat. Magang di CNN Indonesia Jawa Barat merupakan pengalaman berharga untuk aku pribadi, banyak pelajaran baru dan keahlian baru yang hanya bisa aku dapat dengan magang di CNN Indonesia.

    Selama magang aku menjadi Production Assistant, bertugas menjadi asisten produksi dalam setiap kegiatan peliputan berita. Baik itu meriset berita, membuat naskah tulisan, membantu proses liputan lapangan atau siaran untuk acara Reportase dan Redaksi. 

Berikut beberapa foto selama aku magang disana. 


 Liputan lapangan mewawancarai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.




 Liputan Pers Release Kasus Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin


Membantu proses siaran untuk Reportase dan Redaksi yang tayang di TransTV dan Trans7







Foto bersama Kru Liputan

Mencoba melakukan mengisi VO berita



1. Contoh naskah riset yang saya tulis saat magang di CNN Indonesia Jawa Barat

SLUG : WASPADA CORONA DI RUANG PUBLIK

BACKGROUND

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal memperketat pemeriksaan penumpang di terminal. Kemenhub juga bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat. untuk memperketat pemeriksaan penumpang di perjalanan bus antar kota, provinsi sampai pulau. Terminal akan diberikan perlakuan yang sama seperti di bandara . Penumpang  diminta mengisi informasi terkait riwayat penyakit, Kemudian masuk ke dalam ruang pendeteksian suhu. Bila suhu tubuhnya tinggi akan dicek ulang dengan thermal scanner. Ketika suhunya masih tinggi, penumpang akan diminta pemeriksa ke rumah sakit setempat. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, juga berencana melakukan penyemprotan disinfektan ke bus-bus antarkota, provinsi dan pulau.

Antisipasi corona juga dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan melakukan pengecekan sejumlah sekolah yang mempekerjakan tenaga pengajar dari luar negeri. Kepastian itu berdasarkan hasil pengecekan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung ke sekolah-sekolah, salah satunya  Stamford School. HRD Stamford School Purnama Chrisnawati menyatakan pihak sekolah juga sudah melaksanakan beragam upaya untuk mencegah virus Corona. Empat pengajar asal China sudah dilakukan pengecekan kesehatan secara rutin. Setiap pagi ada cek temperatur badan, berlaku untuk semua siswa, semua staf, semua guru bahkan untuk yang mengantar pun di cek temperatur tubuhnya.

Angle : BAGAIMANA ANTISIPASI PEMERINTAH KOTA BANDUNG UNTUK MENCEGAH CORONA DI RUANG PUBLIK

Rencana Liputan:

1. Visual terminal leuwi panjang, dan bus bus antar kota provinsi yang sedang beroperasi, dan kegiatan  antisipasi corona di terminal.

2. Wawancara Kepala Dishub Kota bandung E.M. Ricky Gustiadi tentang kerjasama kemenhub dan dishub kota bandung dalam mengantisipasi corona di terminal kota bandung?  Tanyakan juga tentang fasilitas apa yang disediakan dishub, apakah thermal scanner sudah di pasang di terminal? Lalu tanyakan juga bagaimana teknis penyemprotan bus-bus dengan desinfektan?

3. Wawancara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, terkait kerjasama dinkes dengan kemenhub mengenai pencegahan corona di terminal? Apa saja yang disiapkan Dinkes? Dan bagaimana tahapan pengecekan penumpang di terminal?

4. Visual Stamford School yang sedang melakukan pengecekan secara rutin virus corona terhadap pengajar, staff. dan siswa.

5. Wawancara HRD Stamford School tentang bagaimana pencegahan corona di Stamford school. Berapa banyak pengajar asing di Stamford School, dan bagaimana kondisinya.

6. Wawancara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, tentang upaya disnaker mencegah corona. Sekolah mana saja yang telah dilakukan pengecekan terkait virus corona? Dan berapa banyak tenaga pengajar asing yang sudah Disnaker cek kondisi kesehatannya.

Narasumber :

1. Kepala Dishub Kota bandung E.M. Ricky Gustiadi Jl. Soekarno Hatta No.205, Situsaeur, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40233

2. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung  Jl. Citarum No.34, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114

3. HRD Stamford School  Allegro Altura Complex, Jl. Citra Green, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

4. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung   Jl. R.A.A. Marta Negara No.4, Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40264

 

Referensi:

https://www.ayobandung.com/read/2020/03/03/81257/siaga-corona-kemenhub-perketat-penumpang-masuk-di-terminal-dan-pelabuhan

https://tirto.id/cegah-corona-kemenhub-perketat-pemeriksaan-di-pelabuhan-terminal-eCpw

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4877755/pemkot-bandung-cek-sekolah-yang-pekerjakan-pengajar-wn-china

 

 2. Contoh Naskah Liputan yang saya tulis saat magang

SLUG                         : PENGHIJAUAN PDIP DI CITARUM

TIM LIPUTAN           : FRENKY WIJAYA, KAHFI JATISUHARTO, AI SITI RAHAYU

LOKASI                      : BANDUNG, JAWA BARAT

 

ONCAM

PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MELAKUKAN GERAKAN PENGHIJAUAN DENGAN MENANAM DUA RATUS LIMA PULUH RIBU POHON DI DAERAH ALIRAN SUNGAI/DAS CITARUM/ JAWA BARAT// SELAIN GERAKAN PENGHIJAUAN/ KEGIATAN INI JUGA MERUPAKAN PUNCAK DARI RANGKAIAN HARI ULANG TAHUN PDIP YANG KE EMPAT PULUH TUJUH//

TAKE PKG

PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MELAKUKAN KEGIATAN PENANAMAN POHON/ DENGAN TEMA LEUWEUNG PADJAJARAN DI PUSAT PENELITIAN TEH DAN KINA GAMBUNG/ CIWIDEUY/ JAWA BARAT// PADA MINGGU DUA FEBRUARI 2020//

GERAKAN PENGHIJAUAN YANG DILAKUKAN PDI PERJUANGAN/ MERUPAKAN PUNCAK DARI RANGKAIAN KEGIATAN ULANG TAHUN KE EMPAT PULUH TUJUH PDI PERJUANGAN// YAITU  PADA TANGGAL SEPULUH JANUARI LALU/ YANG BERTEPATAN DENGAN HARI MENANAM POHON SEDUNIA//

DENGAN GERAKAN INI/ PDIP AKAN MENANAM DUA RATUS LIMA PULUH RIBU POHON DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM / DI SEPULUH KABUPATEN/ DAN KOTA DI JAWA BARAT// GERAKAN PENGHIJAUAN INI AKAN BERLANJUT SAMPAI AKHIR MEI MENDATANG//

KEGIATAN INI DIHADIRI OLEH MENTERI SOSIAL/ JULIARI BATUBARA/ GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL/ WALIKOTA SURABAYA/ TRI RISMA HARINI/ SEKJEN PDIP HASTO KRISYANTO/ ANGGOTA DPR RI DJAROT SAIFUL HIDAYAT/ DAN BEBERAPA PENGURUS SERTA KADER PDI PERJUANGAN//

 

SOT – HASTO KRISYANTO – SEKJEN PDI PERJUANGAN 

Tcr 00:48:25:12- Tcr 00:48:44:13

Gerakan penanaman pohon ini akan menjadi gerakan bagi semua kader partai dan seluruh kepala daerah PDIP dan kemudian seluruh anggota legislatif, struktur partai nanti kinerjanya juga akan diukur dari komitmennya terhadap lingkungan tersebut.

Kami meyakini juga kita bisa hidup makmur dari apa yang kita miliki. Karena itulah setiap jengkal tanah yang dimiliki itu harus ditanami dengan tanaman yg bermanfaat.

 

 

GUBERNUR JAWA BARAT/ JUGA SANGAT MENDUKUNG GERAKAN PENGHIJAUAN YANG DILAKUKAN OLEH PDI PERJUANGAN// DENGAN GERAKAN INI PDI PERJUANGAN TELAH MEMBANTU TARGET PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT/ YANG AKAN MENANAM LIMA PULUH JUTA POHON DI SEPANJANG DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM//

SOT – RIDWAN KAMIL – GUBERNUR JAWA BARAT

Tcr 00:53:12:07 – Tcr 00 :53 : 41 : 05

Atas nama pemerintah provinsi Jawa barat, saya mengapresiasi sebuah inisiatif yang tidak sering dilakukan sekarang ditunjukan oleh partai PDIP. Dan yang istimewanya tidak basa basi jumlah yang akan ditanam oleh PDIP ini hampir 250 ribu pohon sementara kita akan mencanangkan 50 juta penanaman pohon 250 ribunya oleh satu institusi terhormat PDIP tersendiri ini menandakan komitmen yang luar biasa. Yang kedua kita ini menandakan optimisme bahwa menghijaukan alam ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua kehidupan kira kira begitu.

DENGAN ADANYA GERAKAN PENGHIJAUAN HUTAN PADJAJARAN/ YANG TERLETAK DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI/DAS CITARUM// PEMERINTAH JAWA BARAT BERHARAP DAPAT MEREHABILITASI SEKITAR DUA PULUH LIMA PERSEN/ DARI TUJUH RATUS HEKTARE HUTAN YANG RUSAK DI JAWA BARAT//

TIM LIPUTAN / CNN INDONESIA / BANDUNG //

 

SLUG                         : BANDARA HUSEIN SIAGA SATU CORONA

TIM LIPUTAN           : ANDIANY PRATIWI, HELMI SURYANEGARA, AI SITI RAHAYU

LOKASI                      : BANDUNG, JAWA BARAT

 

ON CAM

BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA/ KOTA BANDUNG/ MENYIAPKAN BERBAGAI FASILITAS UNTUK MENGANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA// ANTISIPASI TERSEBUT/ ANTARA LAIN DENGAN MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN ALAT PENDETEKSI SUHU TUBUH DAN MEMBAGIKAN MASKER PADA PETUGAS BANDARA//

TAKE PKG

DENGAN DITETAPKANNYA STATUS SIAGA SATU DI JAWA BARAT TERKAIT PENANGAN VIRUS CORONA/ BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA MELAKUKAN ANTISIPASI UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA// DIANTARANYA DENGAN MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN THERMAL SCANNER/ ATAU ALAT PENDETEKSI SUHU TUBUH/  YANG SUDAH DILENGKAPI DENGAN THERMAL MONITOR/ UNTUK MEMANTAU SUHU TUBUH NORMAL PENUMPANG/ TIDAK LEBIH DARI TIGA PULUH DERAJAT CELCIUS//

SELAIN ITU BANDARA HUSEIN SASTRA NEGARA JUGA TELAH MENYIAPKAN/ AMBULANCE YANG MEMILIKI KAPSUL ISOLASI/ UNTUK MEMBAWA PENUMPANG YANG DICURIGAI TERPAPAR VIRUS CORONA/ KE RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN//

SOT- GENERAL MANAGER BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA PT ANGKASA PURA II – ANDIKA NURYAMAN

cr :04:45:48:11- Tcr :04:46:18:22

Alat  itu ada warning dari petugas untuk dibawa Ke ruang isolasi. Jadi kami juga sudah menyiapkan ruang isolasi untuk mengobservasi lebih lanjut ketika dinyatakan ada warning atau dicurigai terkena virus corona. Tapi bahasanya dicurigai (susfec) ya, nah ketika penanganan harus lebih lanjut di KKP  di bandara Husein ini sudah menyiapkan juga mobil ambulans nya yang dilengkapi dengan kapsul isolasi.

BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA/ BEKERJASAMA DENGAN KKP ATAU KANTOR KESEHATAN PELABUHAN/  SELALU MEMANTAU PETUGAS BANDARA  DALAM KEADAAN SEHAT// PETUGAS BANDARA/ DIWAJIBKAN MENGGUNAKAN MASKER SETIAP MELAKUKAN KONTAK FISIK DENGAN PENUMPANG//

DENGAN ADANYA ANTISIPASI YANG DILAKUKAN BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA/ PARA PENUMPANG MERASA TIDAK TERLALU KHAWATIR SAAT BERAKTIVITAS DI AREA BANDARA//



SOT- NURHAYATI- PEDAGANG DI BANDARA

Tcr 04:54:42:02 - 04:55:16:16

Yang pertama sih sediain buat pencuci tangan yg kedua maskerlah pastinya, itu kan bener bener bahaya yah, dari kita bicara sama orang asing juga bener bener bahaya banget. Apalagi sama orang asing.

 

SOT- ANTON SETIANTONO – CALON PENUMPANG BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA

Tcr 04:53:20:02 - Tcr 04: 53 : 41:08

Diantisipasi, paling tidak di airport kan sudah ada alat deteksi untuk , mengantisipasi virus Corona. Paling tidak kita tidak khawatir. Karena kalau sudah keluar, paling tidak sudah masuk melalui imigrasi segala macem. Berarti sudah dipastikan aman.

SELAIN ITU BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA JUGA MENAMBAH PERSEDIAAN ANTISPETIK DI SETIAP SUDUT BANDARA/ UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA DARI WISATAWAN MANCANEGARA//

TIM LIPUTAN / CNN INDONESIA / BANDUNG //



Nah itulah beberapa dokumentasi dan contoh tulisan riset, naskah yang aku kerjakan selama magang. Terimakasih.






Jumat, 09 Oktober 2020

Pertanyaan Tentang Aku dan Film




    Aku dan film, jika dijadikan objek pertanyaan, sama saja seperti menanyakan hubunganku dengan orang yang kusayangi. Hangat dan tulus. Hangat karena selalu kubutuhkan, tulus karena tak pernah membuatku menyesal menyukai film. 

    Oh ya, ngomong-ngomong aku dan dirimu disana yang sedang membaca tulisanku ini belum berkenalan. Maaf lupa memperkenalka diri, jika sudah membincangkan film terkadang aku lupa diri. Namaku Ai Siti Rahayu, keturunan Jawa Sunda yang sering dipanggil Ayu kalau dirumah. Tapi karena nama depanku Ai, di luar rumah banyak orang yang memanggilku Ay, katanya sih biar lebih terdengar akrab dan sedikit romantis. 

    Dalam perjalanan  menuju usia 23 tahun, aku mengenyam pendidikan S1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Alasanya.. karena aku suka dan hobi menulis, membaca dan menonton film. Jadi aku beranggapan jurusan komunikasi dapat membuatku mengembangkan hobiku. 

    Hubunganku dengan film, berawal dari kecil, aku lupa tepatnya ketika usia berapa. Dulu orang tuaku seringkali mengajakku menonton di bioskop Galaxy dan Nusantara Bandung. Sekarang, dua bioskop itu sudah tidak ada, tapi kenangannya masih ada diingatanku. 

    Film Petualangan Sherina dan Joshua oh Joshua adalah film favoritku waktu kecil, entah berapa kali aku menonton film itu. Karena Petualangan Sherina jugalah aku mengidolakan Mira Lesmana sebagai seorang produser.  Film terbarunya Mira Lesmana bertajuk "Bebas" juga tetap menyenangkan, dan terasa hidup.

    Ketika menduduki bangku SD intensitas kesukaan terhadap film rasanya bertambah. Aku lebih sering mengajak menonton kepada orang tuaku. Dibanding bermain ke mall dan menaiki permainan di timezone, aku termasuk anak yang berbeda karena lebih memilih menonton bioskop. 

    Ayahku bilang mungkin karena dulu beliau dan ibuku bekerja di Kharisma Jabar Film dan Starvision saat aku dikandung, jadi aku terlahir menjadi anak yang akrab dengan film. Aku sendiri mengamini itu karena aku begitu menyukai film. 

    Ketika gelombang budaya Korea baru masuk di Indonesia, aku termasuk salah satu orang yang mengikutinya dari awal. Ya, aku pecinta drama Korea sejak SD, ketika drama korea masih tayang di Indosiar. Karena drama Korea, aku semakin menyukai dunia film dan drama. 

    Memasuki SMP aku semakin banyak menonton. Selain film Indonesia, film hollywood, film korea, aku juga menyukai anime Jepang, bahkan aku juga menyukai lakorn Thailand. Karena film aku  merasa sedikit  lebih pintar dibanding temanku yang lain, dengan film aku merasa bahwa pengetahuanku lebih banyak dibanding temanku yang lain. Dengan film aku selalu belajar hal baru lagi dan lagi. 

    Aku juga merasa lebih mudah terkoneksi dengan orang lain melalui film. Aku bisa dekat dengan si A karena sesama pecinta drama dan film korea, aku bisa dekat dengan si B karena sesama pecinta film hollywood,  dan begitu seterusnya. Relasiku selalu lebih luas karena film.

    Di bangku SMA, aku terus mempelajari film. Dalam setiap minggunya pasti ada film yang kutonton. Aku selalu menuliskan resensi film di facebook pribadiku dahulu. Hobiku yang lainnya adalah menulis dan mebaca novel, karenanya aku memiliki keinginan untk menjadi seorang scriptwritter. Allhamdulilah, aku berkesempatan menjadi scriptwritter dalam projek film yang kubuat bersama teman kuliahku. 

    Sampai saat ini film terasa akrab bagiku. Aku selalu senang ketika menulis resensi film, mendalami makna film dan mengkritiknya. Aku selalu menanti pemenang dalam setiap acara anugrah penghargaan film, baik skala regional, nasional, atau internasional. Entah itu FFB, FFI, Cannes, atau Oscar. 

    Kata-kata itu terbatas, tapi dengan film aku bisa membuat imajinasiku melewati batas. Karena film aku belajar isu-isu penting dari mulai isu depresi dan psikologis hingga LGBT.  

    Dengan kemajuan teknologi, sekarang aku bisa bebas menonton dimanapun dan kapanpu melalui platform seperti netflix, viu, iqiyi, HBO Go dll. Karena itu rasanya aku lebih dekat lagi  dan lagi dengan film. 

 Begitulah tentang aku dan film, pertanyaan yang ada diantara kita selalu berakhir dengan jawaban kehangatan dan ketulusan. 

Aku menuliskan beberapa resensi film di blog ku ini sebagian resensi aku publikasikan di website media kampus freshsuakaonline.com


Bandung, 9 September 2020

Ai Siti Rahayu

Rabu, 06 Februari 2019

Swing Kids: Kebebasan Seni Mendobrak Batasan Ideologi









Judul               : Swing Kids
Pemain            : Do Kyung Soo, Park Hye Soo, Jared Grimmes, Oh Jung Se, Kim Min Ho
Sutradara         : Kang Hyeong Cheol
Genre              : Drama Musikal
Tanggal Rilis   : 19 Desember 2018


Seni adalah sebuah kebebasan tanpa batas yang tidak akan bisa dihalangi oleh apapun. Hanya dengan seni segala perbedaan dapat menyatu. Perbedaan bahasa, ras, agama, suku bahkan ideologi .“ Fuck the ideology “ adalah sebuah penampilan dari sekelompok penari tap dance Swing Kids. Sebuah propaganda anti perang, melalui film bergenre drama musikal dibalut komedi yang super kocak dengan nuansa perang yang sangat getir.
Sebagai pecinta drama dan juga film dari negeri gingseng, tentunya saya sudah tidak asing lagi mendengar nama Kang Hyeong Cheol. Dia merupakan sutradara yang sukses menyutradarai film legendaris pada tahunnya yaitu Speech Scandal (2008)  dan juga Sunny (2011). Kali ini Kang Hyeong Cheol kembali menggarap sebuah film bergenre drama musikal bertajuk ‘Swing Kids’.
Diperankan oleh Do Kyung Soo sebagai peran utama, film ini berlatarkan sekitar tahun 1951 sampai 1953 di pulau terbesar kedua di Korea Selatan yaitu Pulau Geojeo, yang secara historis merupakan tempat yang penting di Korea Selatan.  Pulau ini merupakan kamp untuk tahanan komunis Korea Utara dan Cina dari Perang Korea, yang di bangun oleh tentara Amerika Serikat dan tentara Korea Selatan.
Pada saat itu kamp ini sedang menjadi sorotan media, sehingga kepala penjara menginstruksikan untuk dibentuknya sebuah tim tap dance agar terlihat ada kegiatan yang menyenangkan di kamp ini. Tim tap dance ini dilatih oleh  Jackson (Jared Grimmes) seorang sersan berkulit hitam yang sering sekali menjadi korban rasis. Anggotanya terdiri dari pria Korea Utara Kang Byung Sam (Oh Jung Se) yang membelot dari ideologinya komunis, dan bergabung dengan tim tap dance agar menjadi terkenal dan bisa bertemu dengan istrinya, lalu ada Yan Pan Rae (Park Hye Soo) seorang gadis lokal dari Korea Selatan yang cerdas dan menguasai empat bahasa namun harus bekerja keras dalam kemiskinan, selanjutnya Xiao Fang pria gemuk dari Tionghoa yang bergabung kedalam tim tap dance untuk menurunkan berat badannya, terakhir Roh Ki Soo (Do Kyung Soo) merupakan adik dari pahlawan perang Korea Utara seorang komunis garis keras pembenci segala hal yang berhubungan dengan kapitalisme, namun pada akhirnya harus merasa dilema karena dirinya jatuh cinta pada tap dance. Begitu kelimanya berkumpul, tim tap dance ini dijuluki Swing Kids sesuai judul filmnya.
Swing Kids membuat karakter setiap pemain dibangun menjadi begitu kuat, ciri khas film Korea.  Setiap pemain memiliki alasan masing-masing  mengapa mereka harus bergabung menjadi anggota Swing kids. Dengan durasi film yang lebih dari dua jam, film ini menarik diikuti karena penggalian masing-masing karakter yang dibangun tanpa membuat efek bosan. Perasaan gelisah yang dimunculkan dalam diri tokoh utama Roh Ki Soo (Do Kyung Soo), berhasil menarik penonton untuk merasakan perasaan yang sama. Roh Ki Soo berada dalam titik dilema antara memilih mengabdi pada ideologi bangsanya atau tetap melakukan tap dance yang disukainya. Sebuah pertentangan nyata antara idealisme dan realita.
Selain jatuh cinta dengan tap dance, Roh Ki Soo pun dihadapkan dengan dirinya yang merasa nyaman dengan keberadaanya bersama anggota Swing Kids. Meski pada awalnya pertikaian antara lima orang yang memiliki latar belakang berbeda ini sering terjadi, pada akhirnya kelima orang ini menjadi dekat karena intensitas pertemuan yang sering terjadi melalui latihan tap dance. Disnilah garis tebal itu diperlihatkan, bahwa menjadi berbeda bukan berarti tidak bisa bersatu. Dan seni menyatukan perbedaan itu.
Menjadikan tap dance sebagai topik utama dalam film ini. Tentunya, menempatkan scene tap dance menjadi sesuatu yang ditunggu. Hentakan sepatu yang diiringi lagu-lagu latar jazz dari The Beatles, Benny goodman, Jung Su Ra, dan juga David Bowie ini terlihat cantik dan menarik. Bahkan setelah saya selesai menonton Swing Kids, rasanya kaki ini masih ingin untuk ikut melakukan tap dance. Dan suara tap tap tap dari sepatunya seolah menempel di kepala. Intinya menyaksikan Roh Ki Soo dan kawan-kawan melakukan tap dance selalu berhasil membuat kagum. Karenanya pantas, jika akting dari Do Kyung Soo yang juga merupakan member dari boyband EXO ini mendapatkan banyak pujian.
Swing Kids juga mampu membuat saya tertawa dengan tingkah menyegarkan para pemerannya. Bahkan meski bukan dengan dialog, tapi hanya dengan gesture tubuh para pemainnya, dan scene percakapan dengan bahasa yang berbedapun menjadi sesuatu yang membuat saya tak bisa menahan tawa. Kekocakan yang dihadirkan oleh para pemain ini berlangsung lama hingga membuat saya melupakan bahwa film yang sedang saya tonton ini merupakan film drama perang. Mungkin hal ini juga yang ingin sutradara bangun, membangun efek kejut yang membuat saya tersadar mengenai suatu hal yang selayaknya terjadi dalam peperangan. Namun harus menjadi buram karena kelucuan dari tingkah laku pemainnya. Sejujurnya akhir dari film ini cukup membuat efek traumatis.
Dengan menonton film ini saya pun bisa melihat sudut pandang baru mengenai apa yang terjadi dari perang besar Korea itu sendiri. Dengan adanya perbedaan ideologi tak ada satu pihak pun  yang diuntungkan baik itu pihak Korea Utara, Korea Selatan, ataupun bahkan pihak Amerika Serikat. Semuanya bersikukuh mempertahankan ideologinya dan menganggap ideologinya yang paling benar. Padahal mereka masih saudara dan pernah tinggal di tanah yang sama. Tak ada tokoh antagonis dalam film ini, yang ada hanyalah ideologi yang antagonis. Karena itulah, ketika Jackson memberi nama pertunjukannya dengan judul “Fuck The Ideology”, diri saya sendiri tak bisa menahan rasa untuk tidak tersentuh.
Intinya, film ini hanyalah film sederhana tentang tap dance yang merupakan sebuah seni. Namun sang penulis sekaligus sutradara Kang Hyeong Cheol ingin menjelaskan bahwa dengan seni setiap orang dapat mendobrak batas-batas idealisme. Seni dapat menghilangkan fanatisme ideologi. Seni juga bukan sesuatu yang sulit dipahami, seni hanyalah sesuatu yang sederhana, yang indah dengan caranya sendiri. Dan disanalah letak kejaiban seni dalam film ini.

Oleh    : Ai Siti Rahayu

Jumat, 21 Desember 2018

Memahami Akar Permasalahan Islamofobia



Judul : Islamofobia
Penulis : Karen Armstrong, John L. Esposito, Imam Abdul Malik Mujahid, Tarriq Ramadhan
Penerbit : Mizan
Tahun: Cetakan 1, Agustus 2018
Jumlah Halaman : 352 Halaman
ISBN : 9786024410551
Dengan adanya terorisme yang mengatasnamakan agama islam memunculkan dampak psikologis yang besar bagi umat beragama. Rasa malu,  ketakutan, kebencian dan juga dendam yang mengarah pada permusuhan antara umat islam dan dan orang-orang barat. Masyarakat barat takut terhadap islam karena aksi kekerasan dan terorisme yang terjadi  terus menerus dan meneror kalangan barat. Sedangkan islam sendiri merasa malu dengan aksi terorisme yang mengatasnamakan agama islam.
Karen Armstrong dalam buku terbarunya bertajuk "Islamofobia" kembali membahas mengenai isu agama. Kali ini pembahasan menganai isu paling sentral dalam agama islam yang di bahas oleh Karen Armstrong, yaitu menganai isu islamofobia yang kian berkembang.
Saat ini islamophobia telah meningkat, banyak orang yang menepuk rata kaum muslimin sebagai kaum yang keras, anti solidaritas dan anti toleransi. Serangan-serangan mengerikan yang dilakukan oleh teroris para ekstremis yang mengatasnamakan kefanatismean agama sebagai alasan perbuatan yang mereka lakukan, inilah penyebab penyamarataan kepribadian seluruh umat muslim yang ada.
Padahal islam merupakan ajaran yang membawa kebaikan, rahmat, perdamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian.dan kebijakan dan kaum muslim biasa menyebutnya rahmatan lil alamin. Jauh berbeda dengan apa yang orang barat bayangkan dan pikirkan dalam pikiannya masing-masing yang menganggap islam itu keras dan dan tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan.
Perasaan antipati kaum barat inilah yang pada akhirnya menjadika awal mula munculnya islamophobia di Kalanga  barat. Buku ini hadir untuk menjawab pertanyaan banyak kalangan mengenai apa sebenarnya definisi dari islamophobia?  Bagaimana akar pemasalahan islamophobia yang berkembang do dunia barat? Sikap apa yang harus dilakukan agar islamophobia ini  dapat di hilangkan? Bahkan buku ini pun membahas mengenai alasan-alasan kelompok ekstrem melakukan pembantaian dan juga kekerasan atas nama islam.
Buku ini diawali dengan pendalaan mengenai bagaimana kaum ekstremis bisa muncul dan berkembang. Hal apa yang menjadi motivasi kaum ekstremis untuk terus melakukan kekerasan. Dan bagaimana terorisme dapat dengan mudahnya mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan tanpa memandang belas kasih terhadap korban-korban yang telah mereka terror.
Dijelaskan bahwa terorisme muncul karena kaum ekstremis hanya mendalami ayat-ayat dalam Al-Quran mengenai ayat peperangan.  Lebih tepatnya teroris seringkali hanya mengutip ayat-ayat perang sebagai pedomannya. Padahal Al-Quran juga menuliskan ayat-ayat mengenai perdamaian dan kasih sayang beserta perintahnya yang kuat. Pemahaman inilah yang pada akhirnya memicu kaum ekstremis untuk terus melakukan kekerasan dan mengembangkan keberadaan terorisme ini.
Dengan analisis yang kritis juga pendapat banyak pakar yang di satupadankan buku ini dapat menjadi refefensi yang tepat untuk memhami isu islamophobia ini. Dalam buku ini kita dapat menemukan pendapat dari pakar yang telah mumpuni di bidangnya mereka adalah, Karen Armstrong, John L Eposito, Imam Abdul Malik Mujahid, dan Tariq Ramadhan.
Dalam analisisnya John L Eposito memaparkan mengenai kasus diskriminasi yang dilakukan kaum barat terhadap kaum muslimin karena islamophobia ini. Banyak sekali perlakuan yang tidak baik diterima kaum muslim, kejahatan anti islam dan anti muslim semakin meningkat dari tahun ke tahun di barat.
Islamofobia bukanlah fenomena yang sederhana dan setiap orang harus peka terhadap isu ini. Karena itulah buku ini juga memapakan mengenai pendapat dari Imam Abdul Malik Mujahid dan Tariq Ramadhan mengenai bagaimana cara kita melawan islamophobia. Bagaimana cara kita menghentikan kebencian, dan rasa takut orang barat terhadap kaum muslimin.
Menariknya buku ini juga menambahkan renungan sebagai bentuk kontemplasi diri yang ditulis oleh Abdul Hakim Murad yang dapat menjadi kajian banyak orang. Artikel-artikel pendahuluan dalam buku ini yang hadir di awal buku memberikan gambaran umum  mengenai isi keseluruhan buku membuatnya menjadi bahan untuk menarik minat baca kita untuk terus melanjutkan kehalaman berikutnya.
Buku ini merupakan buku yang bagus karena ditulis dengan menggunakan banyak referensi dan sumber yang terpercaya dan juga survey yang tersruktur. Para pakar yang menjadi narasumber dalam buku inipun merupakan pakar yang mengerti isu islamophobia. Dengan analisis yang kritis namun dengan bentuk tulisan yang praktis buku ini memang merupakan bacaan penting yang perlu dibaca setiap orang . Membaca buku ini kita akan sadar, bahwa bukan waktunya berdiam diri ketika islamophobia terus berkembang.


Potensi Edukatif Manusia dalam Al-Qur'an



Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang dibekali dengan potensi-potensi edukatif. Potensi-potensi tersebut yaitu pendengaran, penglihatan, dan akal (hati). Lalu dengan potensi-potensi tersebut manusia kemudian dapat mengembangkan dirinya untuk kemudian berubah menjadi lebih baik.Potensi ini kemudian jelas oleh Allah cantumkan ke dalam Ayat Al-Qur'an dalam surat An-Nahl ayat ke 78. Ayat tersebut memiliki arti:
 "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun dan Dia (Allah) kemudian memberikan kamu pendengaran, penmglihatan dan hati nuranin agar kamu bersyukur."
Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa manusia sejatinya ketika terlahir di dunia pada awalnya tidak mengetahui apapun. Sejalan dengan itu, sains kemudian baru-baru ini membuktikan ke absolutan dari ayat ini. Karena pada awalnya indra yang berfungsi terlebih dahulu yaitu pendengaran, kemudian selanjutnya Allah memberikan indra penglihatan yang kemudian Allah sebutkan dalam An-Nahl ayat 78 sebagai urutan yang kedua, dan terakhir Allah memberikan akal atau hati nurani setelah manusia mampu memfungsikan kesemua indra yang dimilikinya.
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah memberikan potensi-potensi edukatif terhadapa manusia agar manusia mampu mengembangkan potensi edukatifnya uintuk terus berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Karena itu potensi edukatif ini harus kita manfaatkan agar dapat memaksimalkan diri kita sendiri. Dan tentunya hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah menikmati kenimatan yang telah Allah berikan atas segala potensi edukatif yang telah Allah berikan. 
Dari ayat ini kita juga tahu bahwa ketika bayi lahir ke dunia dalam keadaan lemah selanjutnya bayi itu berinterkasi dengan dunia luar, diberikan pendidikan oleh orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga lama kelamaan bermetformosis dari manusia yang tidak mengetahui apapun menjadi manusia yang mengetahui banyak hal. Hal ini terjadi karena manusia mengembangkan potensi edukatif dan difungsikan secara berproses dan terus menerus.
Dalam proses pembelajaran potensi pendengaran merupakan instrument yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Karena dengan pendengaran lah kita dapat mengetahui informasi dan menerimanya kemudian menerapkan hasil pengetahuannya dari pendegaran. Kemudian dengan potensi penglihatan manusia dapat membaca banyak hal dan pengetahuan baik secara terkstual dan kontekstual untuk terus berkembang. Begitu pula dengan potensi akal atau hati nuranin. Dengan memiliki akal manusia dapat memindai mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, mana hal yang harus ditinggalkan dan mana yang harus dilaksanakan, dengan semua potensi ini manusia bisa menjadi makluk yang paling unggul dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Selanjutnya dari ayat ini kita juga dapat mengatahui bahwasanya ke semua potensi yang telah Allah berikan merupakan alat agar manusia dapat mencapai dua tujuan hidup yang harus dilaksanakannya. Tujuan manusia hidup tersebut adalah untuk mengeksploitasi sebanyak-banyaknya karunia Allah yang telah Allah sediakan di dunia baik itu kekayaan alam atau hal lainnya yang ada di dunia. Pengekspoitasian tersebut dilakukan untuk kemaslahatan hidup umat manusia. Jadi, tujuan hidup manusia yang pertama adalah memanfaatkan karunia Allah untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi. Lalu tujuan hidup manusia yang kedua adalah untuk senantiasa mencari keridhaan Allah untuk mendapatkan martabat yang tinggi di hadapan Allah SWT. Karena tujuan hidup inilah manusia diberikan potensi edukatif, maka sebagai umat manusia kita harus memaksimalkan semua potensi edukatif untuk dua tujuan hidup manusia yang paling utama. Jangan lupa juga untuk senantiasa bersyukur di setiap kesempatan atas segala kenikmatan berupa potensi yang telah Allah berikan kepada umat manusia, sungguh Allah merupakan dzat yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.


Senin, 10 Desember 2018

The Breadwinner Perjuangan Gadis Afghanistan Berbasis Isu Feminisme





Oleh Ai Siti Rahayu Komunikasi dan Penyiaran Islam 7A



Judul                          : The Breadwinner
Rilis                             : 13 Desember 2017
Genre                        : Animasi, Drama
Pengisi Suara           : Saara Chaudry, Sona Chhaya, Noorin Gulamgaus, Laara Sadiq, Ali Badshsh, Shaista Latif
Sutradara                 : Nora Twomey
Produser                   : Angelina Jolie
Penulis                       : Deborah Ellis
Durasi                        : 1 Jam 42 menit
Rating IMDB            : 7.6/10
Studio                        : Universal Pictures


Debut perdana Angelina Jolie sebagai seorang eksekutif produser diawali dari film animasi bertajuk “The Breadwinner” yang rilis pada 13 Desember 2017. Film animasi yang diangkat berdasarkan novel karya Deborah Ellis dengan judul yang sama ini merupakan film animasi yang mengangkat isu feminisme
Dengan menonton film ini pertama kali kita akan teringat akan film Mulan garapan Disney yang juga menceritakan seorang gadis yang terpaksa berpenampilan seperti laki-laki agar hidupnya dapat bebas. Tak jauh berbeda seperti hal nya Mulan, Parvana karakter utama dalam film ini juga digambar sebagai seorang gadis yang menginkan hidup bebas. Dengan latar daerah konflik di Afghanistan, film ini disajikan menjadi lebih hangat.
Terlahir sebagai seorang perempuan di kota Kabul Afghanistan yang dikendalikan oleh rezim opresif Taliban, Parvana merasakan bagaimana perempuan diperlakukan secara berbeda dan memiliki hak yang berbeda dengan laki-laki. Karena dirinya yang merupakan seorang perempuan, Parvana tidak merasakan adanya kebebasan bagi seorang perempuan di daerah itu. Hal ini dikarenakan Taliban melarang seluruh perempuan keluar dari rumah seorang diri. Kesempatan untuk keluar rumah bagi seorang Parvana hanyalah jika ia keluar rumah bersama anggota keluarganya yang berjenis kelamin laki-laki.
Namun pada suatu ketika, tumpuan satu-satunya Parvana untuk keluar dari rumah, yaitu ayahnya sendiri. Ditangkap oleh orang Taliban tanpa alasan yang pasti. Penangkapan ayahnya ini otomatis membawa masalah yang besar di keluarganya, masalahnya keluarga Parvana semuanya yang ada hanyalah perempuan. Ibunya perempuan, kakaknya pun perempuan dan adiknya masih balita. Tidak ada satupun yang dapat dimintai tolong padahal keluarga ini perlu keluar dari rumah untuk mencari makanan. Kemudian Parvana bersikap nekat untuk keluar dari rumah, tapi sayangnya aksinya ini berakhir dengan pengejaran Parvana oleh segerombolan lelaki, Parvana dianggap menyalahi aturan karena keluar dari rumah.
Hingga akhirnya Parvana dan ibunya memutuskan untuk memangkas rambut Parvana dan merubah penampilan Parvana menjadi seorang anak laki-laki. Dengan penampilan baru inilah Parvana dapat keluar dari rumah, mencari makanan, dan mencari keberadaan ayahnya.
Semua perempuan dalam film The Breadwinner merupakan perempuan tangguh dan berhati ulet. Ibu dari Parvana merupakan ibu pemberani yang tanpa segan memangkas rambut Parvana sebagai jalan keluar dari permasalahannya. Dengan identitas baru, Parvana yang merupakan seorang gadis belia pun digambarkan berani untuk mencari keberadaan ayahnya. 
Ada banyak pesan moral yang dapat kita pelajari dari film the breadwinner ini,. Film ini mengajarkan penontonnya untuk berpikir visioner bertindak berani dan pantanng mengeluh. Kehilangan ayahnya tidak membuat Parvana menjadi anak yang murung dan terpuruk, justru sebaliknya kehilangan ayahnya membuat Parvana bangkit dan maju sebagai tulang punggung keluarga, dalam usia yang belia, di daerah konflik pula.
Kembali dalam isu feminisme perubahan Parvana menjadi seorang anak laki-laki tidak serta merta membuat hidupnya bebas karena banyak permasalahan dan konflik yang terus datang terkait jati dirinya yang merupakan seorang anak perempuan.  Bagi Parvana kebebasan seorang perempuan kala itu hanya ada dalam pikirannya. Hal ini membuktikan secara jelas bahwa adanya ketidak adilan gender dalam kehidupan sosial yang meskipun telah membaik seiring berjalannya waktu tetapi tetap ada bahkan hingga saat ini.
Film ini juga merupakan film yang layak menjadi bahan diskusi untuk khalayak umum. Nora Twomey selaku sutradara telah berhasil meniupkan kehidupan dalam karakter yang menjadi tokoh dalam  film ini, menjadikan karakter yang dapat memberikan penghargaan terhadap isu negara dimana wanita masih harus berjuang dalam mempertahankan identitasnya dan memerangi ketidak adilan gender.
Film ini merupakan film yang secara keseluruhan cerdas dan berkualitas, namun ada beberapa adegan yang dirasakan flat, saat menceritakan kehidupan Parvana di dalam dongeng ayahnya di awal cerita. Flat ini lantas menjadikan cerita terlalu kontras dan mempengaruhi jalannya cerita utama.
The Breadwinner mungkin hanyalah film animasi sederhana, tetapi makna yang terkandung di dalamnya lah yang luar biasa. Film ini dengan detail nya memberikan sebuah harapan akan masa depan anak-anak yang lebih baikdan kesataraan hak-hak perempuan.


Oleh   : Ai Siti Rahayu

Minggu, 09 Desember 2018

EXO, Teori dan Love Shot


Menjadi Konservatif, Serupa Menyumbang Kebodohan Pada Peradaban


Sejatinya islam merupakan agama yang moderat, hal ini tercantum jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu tercantum  bahwa Allah berfirman,:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik kebelakang. Sungguh (pemindaha kiblat) itu sangat berat. Kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha pengasih lagi maha penyayang.” (Al-Baqarah [2]: 143)

Seperti itulah firman Allah yang tercantum dala Al-Quran, dengan begitu saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sejatinya islam bukanlah agama yang konservatif, tertutup dan tak pernah mau menerima pandangan dari pihak manapun. Islam adalah agama yang terbuka, terbuka untuk berdialog dengan dunia luar, berdialog dengan kaum lain, dan tidak berpihak pada pihak manapun baik pihak kanan maupun kiri. Saya juga kemudian tahu bahwa islam adalah agama yang berada di posisi tengah, netral dan tidak memihak siapapun, seharusnya dengan kondisi seperti ini islam dapat dengan mudah menerima arus globalisasi dan perkembangan zaman.

Salah satu kata motivasi yang saya suka adalah “Jangan pernah menyumbang kebodohan pada peradaban, hanya karena kamu tidak membaca”. Saya selalu mengartikan bahwa membaca disini adalah bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca segala instrument yang ada di dunia ini. Membaca keadaan sekitar, membaca situasi, membaca kondisi, membaca perubahan zaman, membaca karakteristik manusia, membaca isu-isu disekitar kita dan membaca segala hal yang ada dunia ini.

Pada faktanya ketika islam berkembang menjadi islam yang konservatif, islam yang selalu menutup mata, menutup pikiran, dan menutup hatinya pada hal-hal yang terus mengalami perkembangan secara signifikan, maka bisa dipastikan muslim yang seperti itu adalah muslim yang menyumbang kebodohan terhadap peradaban islam. Bagi saya paham konservatif  islam inilah yang harus segera dibenahi, karena bagaimana islam mampu berkembang ketika islam terlalu ekstrem dan tidak mau membaca keadaan dunia tidak mau berdialog dengan dunia sedang dunia terus berubah.

Ketika saya membaca sejarah dunia, saya mulai memahami mengapa peradaban barat mampu bangkit dari “Dark Age” (masa kegelapan) yang melingkupinya. Pada masa itu islam berada dalam puncak kejayaanya ketika barat justru terbelakang. Lalu mengapa masa keemasan itu seolah berbalik? Islam yang dahulu jaya seolah redup bila dibandingkan dengan peradaban barat saat ini. Mungkin inilah akibatnya jika islam terlalu konservatif dan tidak mau berubah. Padahal para ulama dan pembaharu terlah menganjurkan kepada umat muslim sejak lama untuk senantiasa behenti bersikap taklid dan membuka lebar pintu ijtihad. Maksud dari para pembaharu itu adalah agar islam kembali pada jati diri aslinya yang bersifat moderat bukan konservatif. Sehingga moderasi islam itu penting.

Menurut saya ketika generasi muda muslim pada saat ini sering berkutat pada gadget yang dimilikinya, dan hobi berselancar di dunia maya juga dunia internet, seharusnya kita jangan langsung mencap bahwa apa yang dilakukan oleh anak itu adalah kegiatan negative dan mencap anak tersebut sebagai cikal bakal generasi malas dan bodoh,. Bagi saya, meng-underestimate kan generasi millennial dan membanding-bandingkannya dengan generasi sebelumnya merupakan suatu tindakan yang tidak benar. Lalu apa hubungannya dengan moderasi islam? Seringkali saya melihat beberapa pemikiran kolot dari orang muslim yang melarang anaknya untuk melek teknologi, hanya karena tidak mau dianggap sebagai muslim yang menggunakan produk yang diciptakan oleh non muslim. Menggunakan produk nonmuslim sama halnya dengan berpihak pada nonmuslim dan mengkhianati islam. Sungguh hal ini berbanding terbalik dengan sifat islam yang moderat, bersikap netral bukan berarti memihak nonmuslim tetapi ketika nonmuslim dapat memberikan pengalaman baru, dan pelajaran baru, apa salahnya untuk bersikap lebih terbuka?

Saya kemudian memperhatikan adik saya yang masih duduk di bangku SMP. Orang tua saya tidak pernah melarang anak-anaknya untuk menggunakan gadget. Dengan syarat tetap ingat pada kewajiban utamanya sebagai anak dan jangan sampai lupa waktu ketika menggunakan gadget, karena itulah diberikan waktu khusus bebas memainkan gadget dalam suatu waktu. Hasilnya, adik saya dapat membuat konten-konten yang menarik di youtube, dapat berkespresi dan berkarya di dunia internet, bahkan mencoba programming dan menemukan hobi baru. Ini menunjukan bahwa generasi millennial muslim dapat diandalkan dan merupakan modal yang baik untuk peradaban islam di kemudian hari. Ketika kita mampu mengembangkan potensi-potensi generasi millennial muslim, tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan tidak meng-underestimate generasi millennial muslim dan tidak melarangnya untuk berkarya hanya karena objek yang dia gunakan untuk berkaraya merupakan ciptaan kaum nonmuslim.

Dengan pengetahuan agama kuat ditunjang dengan pengetahuan sains, sosial yang juga sama kuat. Islam dapat mencapai kejayaanya kembali dalam peradaban. Penyebarluasan informasi agama islam dapat lebih mudah diakses, kita juga dapat membuat dunia takjub dengan islam ketika kita mampu berkarya di depan mata dunia.

Poin utama yang harus kita perhatikan untuk berkarya adalah dengan menjadi pintar, untuk menjadi pintar kita harus senatiasa membaca. Membaca apapun itu, membaca segala hal yang ada di dunia, entah itu membaca  buku, membaca situasi, membaca kondisi, membaca zaman, membaca perubahan teknologi, membaca dunia secara terbuka. Muslim bisa melakukan hal ini, genarasi millennial dapat diandalkan dalam memajukan peradaban islam, untuk itu kaum muslim jangan berhenti membaca dan jangan menyumbangkan kebodohan terhadap peradaban hanya karena kaum muslim konservatif dalam artian tertutup pada dunia di luar islam, dan tertutup pada perkembangan zaman yang terus berkembang. Karena sejatinya islam itu moderat, maka kita harus kembangkan lagi moderasi islam dan siap untuk bersaing di era globalisasi.

Menjadi Konservatif Serupa Menyumbangkan Kebodohan Pada Peradaban

Sejatinya islam merupakan agama yang moderat, hal ini tercantum jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu tercantum  bahwa Allah berfirman,:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik kebelakang. Sungguh (pemindaha kiblat) itu sangat berat. Kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha pengasih lagi maha penyayang.” (Al-Baqarah [2]: 143)

Seperti itulah firman Allah yang tercantum dala Al-Quran, dengan begitu saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sejatinya islam bukanlah agama yang konservatif, tertutup dan tak pernah mau menerima pandangan dari pihak manapun. Islam adalah agama yang terbuka, terbuka untuk berdialog dengan dunia luar, berdialog dengan kaum lain, dan tidak berpihak pada pihak manapun baik pihak kanan maupun kiri. Saya juga kemudian tahu bahwa islam adalah agama yang berada di posisi tengah, netral dan tidak memihak siapapun, seharusnya dengan kondisi seperti ini islam dapat dengan mudah menerima arus globalisasi dan perkembangan zaman.

Salah satu kata motivasi yang saya suka adalah “Jangan pernah menyumbang kebodohan pada peradaban, hanya karena kamu tidak membaca”. Saya selalu mengartikan bahwa membaca disini adalah bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca segala instrument yang ada di dunia ini. Membaca keadaan sekitar, membaca situasi, membaca kondisi, membaca perubahan zaman, membaca karakteristik manusia, membaca isu-isu disekitar kita dan membaca segala hal yang ada dunia ini.

Pada faktanya ketika islam berkembang menjadi islam yang konservatif, islam yang selalu menutup mata, menutup pikiran, dan menutup hatinya pada hal-hal yang terus mengalami perkembangan secara signifikan, maka bisa dipastikan muslim yang seperti itu adalah muslim yang menyumbang kebodohan terhadap peradaban islam. Bagi saya paham konservatif  islam inilah yang harus segera dibenahi, karena bagaimana islam mampu berkembang ketika islam terlalu ekstrem dan tidak mau membaca keadaan dunia tidak mau berdialog dengan dunia sedang dunia terus berubah.

Ketika saya membaca sejarah dunia, saya mulai memahami mengapa peradaban barat mampu bangkit dari “Dark Age” (masa kegelapan) yang melingkupinya. Pada masa itu islam berada dalam puncak kejayaanya ketika barat justru terbelakang. Lalu mengapa masa keemasan itu seolah berbalik? Islam yang dahulu jaya seolah redup bila dibandingkan dengan peradaban barat saat ini. Mungkin inilah akibatnya jika islam terlalu konservatif dan tidak mau berubah. Padahal para ulama dan pembaharu terlah menganjurkan kepada umat muslim sejak lama untuk senantiasa behenti bersikap taklid dan membuka lebar pintu ijtihad. Maksud dari para pembaharu itu adalah agar islam kembali pada jati diri aslinya yang bersifat moderat bukan konservatif. Sehingga moderasi islam itu penting.

Menurut saya ketika generasi muda muslim pada saat ini sering berkutat pada gadget yang dimilikinya, dan hobi berselancar di dunia maya juga dunia internet, seharusnya kita jangan langsung mencap bahwa apa yang dilakukan oleh anak itu adalah kegiatan negative dan mencap anak tersebut sebagai cikal bakal generasi malas dan bodoh,. Bagi saya, meng-underestimate kan generasi millennial dan membanding-bandingkannya dengan generasi sebelumnya merupakan suatu tindakan yang tidak benar. Lalu apa hubungannya dengan moderasi islam? Seringkali saya melihat beberapa pemikiran kolot dari orang muslim yang melarang anaknya untuk melek teknologi, hanya karena tidak mau dianggap sebagai muslim yang menggunakan produk yang diciptakan oleh non muslim. Menggunakan produk nonmuslim sama halnya dengan berpihak pada nonmuslim dan mengkhianati islam. Sungguh hal ini berbanding terbalik dengan sifat islam yang moderat, bersikap netral bukan berarti memihak nonmuslim tetapi ketika nonmuslim dapat memberikan pengalaman baru, dan pelajaran baru, apa salahnya untuk bersikap lebih terbuka?

Saya kemudian memperhatikan adik saya yang masih duduk di bangku SMP. Orang tua saya tidak pernah melarang anak-anaknya untuk menggunakan gadget. Dengan syarat tetap ingat pada kewajiban utamanya sebagai anak dan jangan sampai lupa waktu ketika menggunakan gadget, karena itulah diberikan waktu khusus bebas memainkan gadget dalam suatu waktu. Hasilnya, adik saya dapat membuat konten-konten yang menarik di youtube, dapat berkespresi dan berkarya di dunia internet, bahkan mencoba programming dan menemukan hobi baru. Ini menunjukan bahwa generasi millennial muslim dapat diandalkan dan merupakan modal yang baik untuk peradaban islam di kemudian hari. Ketika kita mampu mengembangkan potensi-potensi generasi millennial muslim, tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan tidak meng-underestimate generasi millennial muslim dan tidak melarangnya untuk berkarya hanya karena objek yang dia gunakan untuk berkaraya merupakan ciptaan kaum nonmuslim.

Dengan pengetahuan agama kuat ditunjang dengan pengetahuan sains, sosial yang juga sama kuat. Islam dapat mencapai kejayaanya kembali dalam peradaban. Penyebarluasan informasi agama islam dapat lebih mudah diakses, kita juga dapat membuat dunia takjub dengan islam ketika kita mampu berkarya di depan mata dunia.



Poin utama yang harus kita perhatikan untuk berkarya adalah dengan menjadi pintar, untuk menjadi pintar kita harus senatiasa membaca. Membaca apapun itu, membaca segala hal yang ada di dunia, entah itu membaca  buku, membaca situasi, membaca kondisi, membaca zaman, membaca perubahan teknologi, membaca dunia secara terbuka. Muslim bisa melakukan hal ini, genarasi millennial dapat diandalkan dalam memajukan peradaban islam, untuk itu kaum muslim jangan berhenti membaca dan jangan menyumbangkan kebodohan terhadap peradaban hanya karena kaum muslim konservatif dalam artian tertutup pada dunia di luar islam, dan tertutup pada perkembangan zaman yang terus berkembang. Karena sejatinya islam itu moderat, maka kita harus kembangkan lagi moderasi islam dan siap untuk bersaing di era globalisasi.

Pengalaman Magang di CNN Indonesia Jawa Barat

       Halo, aku Ai Siti Rahayu mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang mendapatkan kesempatan magang selama 2 bulan di CNN In...